Mengenal Konsep Merdeka Belajar yang Berakar dari Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Program Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merupakan implementasi dari konsep Ki Hajar Dewantara. Meski konsep ini terkesan baru, namun Ki Hajar Dewantara memahaminya sebagai bagian penting dalam pendidikan. Konsep belajar mandiri mewakili kemajuan pembelajaran yang dapat meningkatkan efisiensi pendidikan di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai suatu proses yang bertujuan mempertemukan manusia secara utuh. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan kebebasan slot server thailand gacor pragmatic play manusia dari segala aspek kehidupan, baik jasmani, mental, jasmani, maupun spiritual.

Konsep Ki Hajar Dewantara mengawali konsep kebebasan belajar

Ki Hajar Dewantara yang disebut sebagai Bapak Pendidikan Nasional mewarisi gagasan yang mengartikan pendidikan sebagai suatu proses sistematis yang menjadikan manusia bersosialisasi. Menurutnya, gagasan pendidikan bermula dari prinsip kebebasan, yaitu manusia mendapat kebebasan dari Tuhan untuk mengatur kehidupannya menurut hukum negara.

Menurut kemdikbud.go.id, visi pendidikan Ki Hajar Dewantara hendaknya tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembebasan jiwa manusia lahir dan batin. Menurutnya, semangat kebebasan menjadi kunci dalam proses pendidikan. Kebebasan ini tidak hanya bersifat fisik saja, namun juga mencakup aspek mental dan spiritual. Ki Hajar Dewantara menentang konsep hukuman dan paksaan dalam pendidikan, serta persoalan antar metode. Ia menilai pendekatan tersebut dapat menghancurkan semangat kemandirian dan kreativitas siswa. Gagasan ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang mengedepankan kemandirian dan pengembangan hak individu.