teori gagne

Mengenal Tipe Dan Kemampuan Serta Fase Dalam Pembelajaran

Teori Gagne merupakan salah satu teori belajar yang dikemukakan oleh ilmuwan psikologi penganut aliran moderat di slot mahjong ways. Robert Mills Gagne merupakan penganut mazhab teori psikologi dengan pendekatan behaviorisme dan kognitif.

Gagne (1916-2002) merupakan ilmuwan psikologi yang lahir di North Andover, Amerika Serikat. Selama hidup, Gagne mendapat gelar sarjana di Yale University pada tahun 1937 dan kemudian memperoleh gelar PhD bidang psikologi dari Brown University pada tahun 1940.

Gelar professor didapatkannya saat mengajar di Penn State University dan Florida State University. Sebagai tokoh psikologi, Gagne berkontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satunya dengan mengembangkan pemahaman modern terkait proses belajar di sekolah.

Baca Juga : Ramalan Jodoh Primbon Dilihat dari Nama dan Juga Hari Lahir

Dalam memperkenalkan teorinya, Gagne menggunakan matematika sebagai alat untuk mempelajari teorinya. Menurutnya, objek belajar matematika terbagi menjadi objek langsung dan objek tak langsung. Di mana objek langsung dalam pembelajaran matematika mencakup fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan, sementara objek tak langsung mencakup berpikir logis, kemampuan menyelidiki, kemampuan memecahkan masalah, dan disiplin pribadi

Menurut teori Gagne, pembelajaran adalah seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu dan merupakan hasil transformasi rangsangan dari peristiwa eksternal atau lingkungan/kondisi individu bersangkutan. Dalam memaknakan kondisi eksternal tersebut, Gagne mengorganisasikan metode belajar dalam beberapa fase. Dikutip dari buku Teori Dan Model Pembelajaran oleh Jeditia Taliak, MPdK, berikut fase-fase belajar dalam teori Gagne.

Fase-Fase Belajar Teori Gagne

1. Fase motivasi (motivation phase) terjadi ketika individu tersebut perlu diberi motivasi dalam bentuk insentif untuk mendorong upaya mereka dalam mencapai tujuan belajar.

2. Fase pengenalan (apprehending phase) yaitu fase individu menyadari stimulus yang muncul dari situasi belajar.

3. Fase perolehan (acquisition phase) merupakan fase mendapatkan fakta, keterampilan, konsep atau prinsip-prinsip.

4. Fase retensi (retention phase)yaitu fase menyimpan ingatan (memori) atas pengetahuan atau kemampuan yang baru didapat.

5. Fase memanggil kembali (retrieval phase) yaitu fase memanggil kembali (call out) pengetahuan atau kemampuan yang telah disimpan dalam memori.

6. Fase generalisasi (generalization phase) terjadi karena seorang individu tidak selalu mendapatkan situasi atau konteks yang sama dengan apa telah dipelajari sehingga generalisasi menjadi fase kritis belajar.

7. Fase penampilan (performance phase) merupakan fase individu menampilkan tingkah laku yang merefleksikan pengetahuan yang sudah dipelajari.

8. Fase umpan balik (feedback phase) adalah fase dimana tingkah laku individu menunjukkan bahwa dia telah mencapai tujuan belajarnya.

Tipe-Tipe Belajar Teori Gagne

Secara integratif, teori Gagne menggabungkan hasil observasi yang dia lakukan di ruang belajar dengan teori proses kognitif. Oleh karena itu, Gagne mampu mengidentifikasi 8 tipe belajar individu. Adapun tipe-tipe belajar tersebut adalah:

1. Belajar isyarat (signal learning)

2. Belajar stimulus respons (stimulus response learning)

3. Perantaian (chaining)

4. Asosiasi verbal (verbal association)

5. Belajar diskriminasi atau membedakan (discrimination learning)

6. Belajar konsep (concept learning)

7. Belajar aturan (rule learning)

8. Pemecahan masalah (problem solving)

Kemampuan Belajar

Sebelumnya, Gagne mengkaji masalah-masalah kemampuan belajar yang berperan dalam pemrosesan informasi. Melalui kemampuan-kemampuan ini, individu nantinya akan melalui tindakan belajar yang terdiri dari 8 fase di atas.

Dikutip dari buku Teori-Teori Pendidikan Klasik Hingga Kontemporer karya Dr Chairul Anwar, MPd, menurutnya terdapat lima kemampuan belajar menurut teori Gagne yaitu:

1. Kemampuan intelektual atau kemampuan yang merujuk pada keterampilan interaksi individu dengan lingkungannya. Melalui kemampuan ini, individu mampu berinteraksi dan membaca simbol-simbol untuk menyampaikan gagasan.

Dalam aturan tingkat tinggi, individu juga diberikan kemampuan memecahkan masalah asalkan memiliki kemampuan seperti asosiasi mata rantai (menghubungkan simbol dengan fakta), diskriminasi (kemampuan membedakan), konsep, kaidah, dan instruksi pemecahan masalah.

2. Kemampuan strategi atau siasat kognitif merupakan keterampilan untuk mengatur proses internal individu mulai dari perhatian, cara belajar, ingatan (memori), dan pemikiran. Beberapa contoh strategi kognitif adalah strategi menghafal, elaborasi, pengaturan, metakognitif, dan afektif.

3. Kemampuan informasi verbal, yaitu kemampuan untuk mengenal nama, istilah, dan fakta yang merupakan sekumpulan pengetahuan. Contohnya, individu mampu mengenal huruf alfabet atau bahasa asing.

4. Kemampuan motorik merujuk pada pengorganisasian gerak sehingga membentuk satu kesatuan gerak teratur. Kemampuan ini berkaitan dengan keterampilan fisik dan penggabungan motorik tekstual seperti membaca dan menulis.

5. Kemampuan bersikap yang merujuk kepada diri individu dalam bertindak. Sikap meliputi beberapa komponen afektif, kognitif, dan psikomotorik.

Itulah penjelasan teori Gagne yang merujuk pada teori belajar yang melihat proses belajar dari beberapa fase dan gaya belajar masing-masing individu.