SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA P5 #3 BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA “SPELANTA NO BULLYING”

Kegiatan bullying memberikan pengaruh yang buruk baik pelaku apalagi korban. Perbuatan penindasan tidak terpuji yang dikerjakan baik oleh individu ataupun kategori dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara jasmaniah ataupun kejiwaan. Perbuatan bullying ini dikerjakan biasanya bersifat agresif, mengintimidasi dan dikerjakan secara berulang-ulang.

Bagi pelaku bullying bisa berimbas pada kepercayaan orang lain kepada dirinya berkurang, gangguan emosi malahan akan slot depo 5k berimbas sosial bagi pelaku dengan susah bersosialisasi. Meski bagi korban pengaruh dari bullying menjadi lebih besar.

Kondisi yang tak jarang kali dialami oleh korban ialah depresi, merasa sedih, kurang percaya diri, kesepian, malahan akan berimbas pada perubahan perilaku yang drastis. Korban juga akan menjadi susah mempercayai orang lain dan tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan pada keadaan yang ekstrim korban memiliki harapan untuk bunuh diri. Korban secara diam-diam juga memiliki harapan untuk membalas perlakuan yang telah diterimanya.

ika korban masih umur sekolah akan berimbas pada penurunan prestasi serta semangat untuk belajar. Bullying secara pasti akan berimbas baik pada pelaku ataupun korban secara rentang panjang, sehingga mampu memberi pengaruh kehidupan di masa depan.

Mengingat pengaruh yang dimunculkan betul-betul besar SMP Negeri 9 Yogyakarta berjanji untuk menghapus semua aktifitas bullying yang dikerjakan di sekolah dengan melakukan kegiatan P5 dengan tema “SPELANTA NO BULLYING”. Kegiatan proyek dikerjakan selama satu minggu dari tanggal 27 Februari sampai 1 Maret 2024 dengan dimulai pembukaan oleh kepala sekolah Bapak Drs, Sugiharjo, M.Pd. yang mengkampanyekan sekolah bebas dari kegiatan bullying. Kegiatan dilanjutkan dengan materi seputar Bullying di sekolah, tipe, pengaruh, pencegahan dan penanganannya. Setelah kegiatan hal yang demikian siswa melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan bullying yang tak jarang kali dikerjakan di sekolah dan bagaimana sistem pencegahan dan penanganan kasus yang terjadi.

Pada hari pertama juga disusun kategori kecil dengan kegiatan pembuatan poster dan video iklan layanan masyarakat seputar anti bullying. Kegiatan ini mampu memberikan pemahaman pada para siswa seputar bullying serta memaksimalkan kreatifitas dalam pembentukan poster ataupun video iklan layanan masyarakat. Keterampilan dalam menulis perencanaan seputar pembuatan video juga menonjol pada kegiatan hal yang demikian. Setelah kegiatan hal yang demikian siswa diajak menonton film “Wonder” yang menyebutkan seputar seorang anak yang tak jarang kali menjadi korban bullying mampu bertahan malahan mampu merubah perilaku dari sahabat-sahabatnya yang semula menjadi pelaku bullying menjadi seorang individu yang mendapatkan keberagaman dari orang lain.